Posted on

Do’a Saat Perkara Sulit Mengimpit

Do'a Saat Perkara Sulit Mengimpit

Saudariku, kehidupan yang fana ini harus kita lalui dengan penuh kesabaran. Tidak ada seorang manusia pun kecuali pasti diuji dengan kebaikan dan kejelekan. Ujian itu diturunkan Allah untuk hikmah yang sangat besar, yaitu agar terpisahkan antara hamba yang beriman dan hamba yang kufur.

Setiap langkah yang kita ayunkan dalam kehidupan di dunia ini tidak lepas dari hal-hal yang kita anggap sulit. Tentu hal itu menjadi beban yang sangat berat bagi siapa yang tidak mendapat bimbingan dari al-Qur’an dan as-Sunnah, tetapi ringan bagi siapa yang berjalan di atas bimbingan syari’at Allah. Betapa banyak manusia yang kehidupannya menjadi rusak disebabkan satu dari sekian kesulitan yang dia hadapi. Karena kesalahannya dalam bersikap, dia harus membayar mahal dengan hancurnya kehidupan dunianya yang bisa menyeretnya ke dalam pelanggaran-pelanggaran syariat. Oleh karena itu, betapa bahagianya seorang hamba yang berperang teguh pada syariat Allah. Seluruh problem dan kesulitan yang di hadapannya  dia selesaikan dengan bijak.

Saudariku, pada kesempatan kali ini, marilah kita memerhatikan bimbingan Rasulullah tentang apa yang seharusnya diucapkan oleh seorang hamba ketika dia mendapat kesulitan dalam kehidupan dunia. Rasulullah telah mengajarkan doa,

Ya Allah, tidak ada perkara yang mudah, kecuali apa yang engkau jadikan mudah, dan Engkau jadikan sesuatu yang sulit itu mudah apabila Engkau menghendakinya”

Ini doa yang dapat kita panjatkan kepada Allah agar kesulitan yang kita hadapi diberi kemudahan dan jalan keluar oleh Allah.

Tentu kita harus memiliki tawakal dan ketakwaan yang benar kepada Allah dalam menyelesaikan kesulitan-kesluitan yang kita hadapi, yaitu dengan berusaha dengan sungguh-sungguh dan selalu mendekatkan diri serta bertawakal kepada Allah.

Orang yang Bertakwa Pasti Mendapat Kemudahan

Dalam beberapa ayat, Allah telah menyebutkan bahwa barang siapa bertakwa kepada-Nya, Allah akan memberinya jalan keluar dan kemudahan dari kesulitan-kesulitan yang dia hadapi.

Allah berfirman,

“Barang siapa bertakwa kepada Allah, Allah akan memberikan kepadanya jalan keluar.” (ath-Talaq: 2)

Jika dia bertakwa, Allah akan memberinya jalan keluar dalam semua urusannya tanpa terkecuali. Dengan menempuh bimbingan Allah, kalbunya menjadi sejuk, pikirannya menjadi segar, langkahnya menjadi terarah, dan tindakannya menjadi teratur. Inilah kunci keberhasilan kehidupan hamba di dunia dan di akhiratnya: bertakwa kepada Allah.

Ayat berikutnya firman Allah,

“Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, Allah akan menjadikan urusannya mudah.” (ath-Talaq:4)

Tentu ini janji Allah yang pasti terwujud. Dengan takwa, seorang hamba betul-betul akan mendapatkan berbagai kemudahan dalam urusannya. Sebelumnya, pikirannya sudah buntu dan dia tidak tahu bagaimana cara agar ia bisa keluar dari kesulitan yang ia hadapi. Dengan takwa, semua pun menjadi mudah dan ringan.

Allah memberikan bimbingan agar hamba-hamba-Nya tidak berputus asa dalam menghadapi berbagai kesulitan dalam kehidupan ini. Pada waktu yang Dia kehendaki, pasti Dia memberikan jalan keluar dan kemudahan. Allah berfirman,

“Allah akan memberikan kemudahan setelah kesulitan.” (ath-Talaq:7)

Dari ayat ini kita bisa mengambi faedah bahwa kehidupan seseorang tidak akan selamanya sengsara dan sulit. Dengan hikmah-Nya, Allah akan memberikan kelapangan bagi hamba-hamba-Nya yang sedang mengalami kesulitan.

Dalam ayat yang lain Allah berfirman,

“Karena sesungguhnya, bersama kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya, bersama kesulitan itu ada kemudahan.” (al-Insyirah: 5-6)

Dalam ayat ini Allah mebawa kata al-‘usr (kesulitan) dengan bentuk ma’rifah (khusus) yang menunjukkan bahwa kesulitan itu satu, dan mebawakan yusr (kemudahan) dengan bentuk nakirah (umum) yang menunjukkan bahwa kemudahan dari Allah itu lebuh dari satu. Maka dari itu, kita katakan bahwa satu kesulitan tidak bisa mengalahkan dua kemudahan.

Saudariku, inilah penjelasan sekilas tentang doa yang telah diajarkan oleh Rasulullah ketika kita menghadapi berbagai problem. Semoga bermanfaat.

Wallahu a’lam bish shawab

Dikutip dari majalah Muslimah Qonitah, media cerdas wanita salihah, halaman 56-58.

Posted on

Masalah Itu Tak Seperti Kelihatannya

tips menghadapi masalah - delhusna

Sedih? Merasa hidup tak berjalan seperti yang diharapkan? Lalu Anda terus meratapi kesedihan itu dan terpuruk dalam ketidakberdayaan? Bacalah kisah ini. semoga bisa membuat kita tidak lupa untuk selalu memahami bahwa ada rahasia-Nya di balik setiap ketetapan-Nya.

Alkisah, dua malaikat bertamu ke rumah sebuah keluarga kaya. Keluarga itu memiliki rumah yang sangat megah dengan pekarangan yang luas. Ketika dua malaikat itu meminta izin untuk bermalam di sana, ternyata mereka bersikap kasar dan tidak mengizinkan kedua malaikat itu tidur di ruang tamu. Malaikat itu ditempatkan di kamar belakang yang lebih mirip gudang dengan debu di mana-mana.

Ketika mereka hendak tidur, malaikat yang lebih tua melihat dinding kamar itu tampak retak. Ia pun langsung memperbaikinya sehingga retakan itu menjadi tak terlihat. Menyaksikan peristiwa itu, malaikat yang lebih muda bertanya, “Mengapa engkau memperbaiki dinding kamar ini? Bukankah keluarga ini sangat kikir dan memperlakukan kita dengan kasar?” Malaikat yang lebih tua pun menjawab, “Tenanglah! Sesuatu tidak selalu kelihatan sebagaimana adanya.”

Pada malam berikutnya, kedua malaikat itu bertamu kerumah seorang petani yang sangat miskin. Setelah membagi makanan seadanya yang ia miliki, sang petani mempersilakan kedua malaikat untuk tidur di kamarnya. Keesokan harinya, malaikat menemukan petani dan istrinya sedang menangis tersedu-sedu karena sapi mereka, yang merupakan sumber pendapatan mereka satu-satunya, terbujur kaku. Melihat kesedihan petani itu, malaikat yang lebih muda merasa geram, dan langsung bertanya kepada malaikat yang lebih tua, “Mengapa kau biarkan hal itu terjadi?” Keluarga yang pertama memiliki segalanya, tetapi engkau menolong menambalkan dinding kamarnya yang retak. Lalu, petani ini dan istrinya yang begitu baik, mengapa engkau membiarkan sapi mereka mati?”

Malaikat yang lebih tua menjawab, “Tenanglah! Sesuatu tidak selalu kelihatan sebagaimana adanya. Ketika kita bermalam di rumah keluarga yang kaya itu, aku melihat ada emas tersimpan di lubang dinding kamar itu. Karena sang tuan rumah begitu tamak dan tidak mau berbagi hartanya dengan orang-orang miskin disekitarnya, aku pun menutup dinding yang retak agar ia tidak menemukan emas itu. Sementara tadi malam, ketika kita tidur di kamar petani ini, malaikat maut datang untuk mengambil istrinya. Aku pun langsung memberikan sapinya agar malaikat maut tidak jadi mengambil istrinya. Percayalah, sesuatu tidak selalu kelihatan sebagaimana adanya.”

Begitulah ketika kita hanya menilai sesuatu berdasarkan penilaian kita. Kita menggerutu ketika melihat sesuatu peristiwa berjalan tidak sesuai harapan. Padahal, seandainya memiliki iman, kita hanya  perlu percaya bahwa Allah selalu memiliki rencana indah di balik setiap peristiwa yang kta alami.

Allah Mahakuasa untuk berbuat kepada hamba-hamba-Nya. Dengan mudah Allah bisa memberi kita sesuatu, tapi dengan gampang pula Allah bisa mencabut segala sesuatu yang sudah kita miliki. Percayalah, dalam kesulitan yang menimpa kita, terdapat rahmat Allah yang begitu besar. Allah Maha Mengetahui ingin menguji, sejauh mana kita yakin dan percaya akan kuasa-Nya untuk menolong hamba-hamba-Nya yang mau berserah diri kepada-Nya.

Begitu pula dalam kenikmatan yang kita terima, percayalah, di balik semua itu terdapat rahasia Allah yang perlu kita tangkap. Allah yang  Maha Mengawasi ingin menguji, sejauh mana kita mau bersyukur atas limpahan nikmat-Nya yang kita terima selama ini, meski hanya kedipan mata dan napas yang tak pernah terputus.

 

Duhai Allah

 Tidak ada seorang pun yang bisa menghalangi apa saja yang engkau berikan kepadaku. Dan tidak ada seorang pun bisa memberi apa saja yang ingin Engkau cegah kepadaku. Sungguh, tak ada gunanya kemuliaan manusia di hadapan kemuliaan-Mu yang begitu agung.

Dikutip dari buku:

Aku Jauh Engkau Jauh, Aku Dekat Engkau Dekat

Penulis: Yadi Saeful Hidayat

Halaman 8-11

Posted on

Keutamaan Bersedekah

keutamaan bersedekah

Keutamaan Bersedekah

Kita pasti sering melihat orang-orang yang tidak mampu disekitar kita, misalnya saat dijalan raya, ada anak kecil yang mengamen, orang tua yang berjualan tissue, dan bapak-bapak yang berjualan mainan anak. Pernahkah kita memikirkan bagaimana sulitnya hidup mereka? mungkin uang 5000 Rupiah akan sangat berarti bagi mereka. Bayangkan betapa sedihnya berjualan namun sedikit pembeli bahkan tidak ada yang membeli, mengamen demi mengharapkan uang 1000 sampai 2000 dari penumpang angkot. Alangkah baiknya jika kita menyediakan uang setiap harinya untuk bersedekah, missal paling sedikit dalam sehari kita harus bersedekah 5.000 – 10.000, akan lebih baik lagi jika lebih, dari rumah kita sudah menyediakan uang untuk bersedekah tersebut, jadi saat bertemu dengan orang yang tidak mampu kita dapat langsung memberinya sedekah, tanpa perlu mencari-cari uang receh 😊.

Berikut ini adalah ayat Al-Qur’an tentang sedekah:

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”
(QS. Al-Baqarah [2] : 261)

Harta yang kita sedekahkan tidak akan membuat kita kekurangan uang, sebaliknya malah akan memberikan pahala dan rezeki bagi kita, seperti yang tertulis pada ayat diatas, dan janji Allah adalah pasti. Bersedekah juga memberikan kita perasaan bahagia dan tenang karena telah membantu orang lain.

“Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”
(QS. Al-Baqarah [2] : 262)

Setelah bersedekah, kita juga harus menjaga agar tidak menyebut sedekah dan menyakiti perasaan penerima, agar memperoleh pahala 😊.

“Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat.”

(QS. Al-Baqarah [2] : 265)

 

Kini sedekah bisa dengan mudah, yaitu secara online, berikut ini kami sertakan link bersedekah online milik Aa Gym. Sahabat bisa bersedekah untuk anak yatim, Palestina, Suriah, Rohingya dan lainnya.

Dompet Peduli Umat Daarut Tauhid

Baca Juga:

Bersama Kesulitan Ada Kemudahan

Silahkan Klik Pada Icon ini (terdapat pada bagian sudut kanan bawah browser) untuk mendapatkan tips cantik dan artikel Islami dari Delhusna Handmade 🙂

subscribe

Posted on

Bersama kesulitan ada kemudahan

bersama kesulitan ada kemudahan

Bersama kesulitan ada kemudahan

 

Dalam menjalani kehidupan kita terkadang menghadapi keadaan yang sulit, seperti sakit, membuat skripsi, tesis dan disertasi, ujian di kampus, kehilangan orang yang dicintai, dan berbagai kejadian sulit lainnya. Namun apakah kita menyadari bahwa sebenarnya dibalik kesulitan aka nada kemudahan ? 😊 , yuk simak ayat Alqur’an berikut ini:

“Maka sesungguhnya Bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya Bersama kesulitan ada kemudahan” (QS. Asy-Syarh surah ke 94, ayat 5-6)

Alllah berjanji 2 kali bahwa Bersama kesulitan ada kemudahan, dan janji Allah adalah janji yang pasti, seperti ayat berikut.

“(Itulah) janji Allah. Allah tidak akan menyalahi janji-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”

(QS. Ar- Rum, surah ke 30, ayat 6).

Lalu bagaimana sikap kita jika tengah berada dalam kesulitan? Apa yang seharusnya kita perbuat?, saya pernah mendengar kata Aa Gym “Jika ada masalah, yang jadi masalah bukan masalahnya, tetapi apakah kita ditolong Allah atau Tidak, seperti saat hujan dan sedang mengemudi mobil, jalanan ada, namun kita harus membersihkan kaca agar kita bisa melihat jalan, bayangkan jika kaca tidak bersih, timbul masalah, yaitu jalan ada, tetapi kita tidak bisa melihat jalan” begitu juga saat kita menghadapi kesulitan, kita harus membersihkan hati terlebih dahulu, kembali kepada Allah, bisa dengan sholat, berzikir, mengaji, mengerjakan ibadah ibadah sunnah dan berdo’a.

Tips menghadapi kesulitan:

  1. Istigfar

Istigfar yang banyak memiliki 3 manfaat yaitu:

  1. Dilapangkan Allah hatinya dalam menghadapi masalah, masalah tetap ada, namun hati menjadi lapang sehingga dapat berfikir dengan jernih
  2. Diberi Allah jalan keluar dari masalahnya
  3. Diberi hadiah atau kejutan dari Allah, hadiah yang tidak diduga-duga

Berikut adalah ayat Al-Qur’an tentang perintah berzikir “

“Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allah, dengan mengingat (nama-Nya) sebanyak-banyaknya, dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.”

(QS. AL-Ahzab, surah ke 33, ayat 41-42)

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram”

(QS. Ar-Ra’d, surah ke 13, ayat 28)

Istigfar dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja, missal ketika kita sedang memasak, menjahit belajar, menunggu sesuatu dan kediatan lainnya.

 

  1. Mengaji

Al’Qur’an merupakan mukzizat terbesar yang juga merupakan obat hati, dengan banyak mengaji hati akan tenang dan mendapat cahaya, dengan cahaya itu kita dapat berjalan di jalan yang lurus. Alqur’an juga merupakan pedoman hidup umat Islam.

Membiasakan membaca Al-Qur’an setiap hari akan membuat kita menjadi tenang, minimal kita bisa mengaji 1 halaman setiap harinya, namun saat menghadapi kesulitan yang berat, kita bisa memperbanyak membaca Al-Qur’an, misalnya dari 1 halaman menjadi 5 halaman, atau 1 juz perhari.

Ujian pasti akan datang untuk menguji seberapa kuat iman kita, sebagaimana yang terdapat pada ayat berikut.

“Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, “Kami telah beriman,” dan mereka tidak diuji?. Dan sungguh, Kami telah Menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui orang-orang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta”

(QS. Al-Ankabut, surah ke 29, ayat ke 2-3)

Dengan adanya ujian, jika kita bisa melewatinya kita akan naik kelas, daan mendapat ampunan dosa, seperti halnya saat disekolah, untuk naik kelas kita butuh melewati ujian.

 

  1. Bersedekah

Bersedekah merupakan suatu hal yang sangat mulia, karena dengan bersedekah kita dapat meringankan beban orang lain yang kehidupannya lebih sulit. Bersedekah juga dapat menghilangkan rasa takut dan rasa sedih.

“Orang-orang yang menginfakkan hartanya malam dan siang hari (secara) sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, mereka mendapat pahala di sisi Tuhan-nya. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati”

(QS. Albaqarah, surah kedua, ayat 274)

 

  1. Bersabar

Bersabar adalah sebuah kata yang mudah diucapkan, namun sedikit sulit untuk dilaksanakan, namun kita bisa memperbanyak kesabaran dengan mengetahui keutamaan sabar dalam Al-Qur’an, yakni sebagai berikut.

“Katakanlah (Muhammad), “ Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman! Bertakwalah kepada Tuhan-mu. “Bagi orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu luas. Hnaya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas.”

(QS. Az-Zumar, surah ke 39, ayat 10)

“Wahai orang-orang yang beriman! mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”

(QS. Al-Baqarah, surah kedua, ayat 153)

Dari dua ayat diatas kita mengetahui bahwa orang yang sabar memiliki keutamaan yakni disempurnakan pahalanya tanpa batas, dan Allah Bersama orang-orang yang sabar.

 

Dalam menghadapi kesulitan terkadang kita merasakan putus asa, dan hilang harapan, namun sebagai umat muslim yang beriman, kita tidak boleh hilang harapan, yakinlah akan ada pertolongan Allah dan hikmah yang besar dibalik suatu kejadian.

 

“Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”

(QS. Al-Baqarah, surah kedua, ayat 216)

 

Semoga kita semua selalu berada dalam rahmat dan petunjuk Allah :). Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

 

 

Silahkan Klik Pada Icon ini (terdapat pada bagian sudut kanan bawah browser) untuk mendapatkan tips cantik dan artikel Islami dari Delhusna Handmade 🙂

subscribe

Sahabat juga bisa membaca tips cantik dengan klik link dibawah ini:

Tips Memilih Bros Sesuai dengan Warna Hijab

Tips Memilih Bros Sesuai dengan Kegiatan